Ketika aku ditanya tentang bagaimana kesuksesan itu terjadi, maka aku menjawab : Kesuksesan ialah ketika kesempatan bertemu dengan kesiapan dan diiringi oleh takdir baik
Tulisan yang anda baca sekarang ini, tidak terlepas dari rentetan kerisauan sang penulis terhadap pandangan mayoritas masyarakat umum khususnya di Indonesia. Di mana mulai dari kecil anak-anak Indonesia didik oleh lingkungannya untuk mejadi seorang budak-budak orang lain. Bagaimana tidak, lulus SMA harus kuliah, selesai kuliah mendapat ijazah sarjana, setelah dapat ijazah sarjana melamar kerja ke mana-mana. Entah itu kerja di perusahaan swasta ataukah kerja sebagai pegawai negri. Karna ketika mereka diterimah sebagai pegawai atau karyawan pada sebuah perusahaan, mereka sudah dianggap berhasil walaupun gajinya Cuma berkisar 1-2 juta perbulan. Dapat dibayangkan, dengan gaji 1-2 juta perbulan, sementara biaya kehidupan semakin hari semakin meningkat, maka untuk bisa menikah maka harus menabung selama 5 tahun, bahkan tak jarang kita jumpai mereka yang keja sebagai pegawai itu dipekerjakan ibarat robot. lalu kapan kayanya………???. Namun ada juga sebagian sarjana yang kena celaka dua kali lipat, sudah mengeluarkan biaya banyak-banyak untuk mendapatkan gelar sajana, tau-tau jadi pengangguran…… itu karna, tidak seimbangnya antara lulusan pencari kerja dengan penyedia lowongan kerja.
Namun di tengah kenyataan ini, tidak dapat dipungkiri bahwa kebanyakan para orng tua selalu saja mengarahkan anaknya untuk menjadi pegawai. Bahkan mereka merasa bangga jika anaknya berhasil menjadi pegawai negri atau karyawan di perusahaan swasta. Apalagi perusahaan swasta yang bonafid.
Ternyata pandangan masyarakat umum ini khususnya para orang tua, mempunyai sejarah yang sangat panjang, ini dapat ditelusuri hinggapada masa penjajahan. Pada masa itu, lapangan kerja utuk rakyat pribumi (masyarakat Indonesia) sangat dibatasi. Sebagian rakyat Indonesia hanya menjadi petani atau buruh kasar dan hanya segelintir orang yang bisa menjadi pegawai ataupun kerja di pemerintahan. Maka dari itu bagi siapa yang bisa menjadi pegawai, berarti secara social kastanya (derajatnya) termasuk orang hebat dan itulah yang paling top.
Sementara kegatan bisnis dan perdagangan dikuasai oleh orang-orang belanda serta orang asing lainnya. Orang-orang pribumi menganggap bahwa pekerjaan yang paling bergengsi atau status sosialnya paling tinggi ialah mereka yang kerja sebagai pegawai atau pekerja kantoran. Dan anggapan iilah yang diwariskan turun-temurun hingga sekarang, bahkan keluarga sang penulispun seperti itu.
Beberapa alasan, mengapa harus mebuat usaha sendiri alias menjadi pengusaha/pebisnis :
1. Karna dengan berbisnis atau menjadi pengusaha, akan lebih memuaskan hasilnya disbanding dengan hasil dari politisi ataupun hasil dari pemberian orang lain alias gaji
2. Dalam agama islam, lima dari rukun islam dua diantaranya membutuhkan biaya. Orang sholat harus pakai mukena atau pakaian, orang berzakat membutuhkan dana, orang berpuasa membutuhkan biaya untuk makan sahur dan berbuka, apalagi naik haji, harus mempunyai uang paling kurang 75 juta. Maka dari itu, Nabi Muhammad SAW. Pernah berkata : berdaganglah kamu, sebab dari 10 bagian kehidupan, 9 diataranya dihasilkan dari bedagang
3. Dengan memiliki usaha sendiri, maka kita bisa mendapatkan kekayaan tanpa harus menjadi bawahan
4. Jadi pengusaha atau pebisnis, tidak memerlukan syarat yang begitu sulit. Tidak perlu ijazah sarjana tapi kalo sudah sukses, maka kita bisa menggaji orang sajana, tidak perlu melamar kiri kanan pekerjaan tapi orang lainlah yang akan dating melamar pekerjaan sama kita. Yang diperlukan hanyalah niat dan kemauan, keberanian, kesabaran, ketekunan, dan do’a.
Dan pada dasarnya masih banyak lagi alasan mengapa kita harus menjadi pengusaha atau pebisnis, namun diantara alasan itu silahkan anda sendiri yang memikirkannya. Namun ada sebuah prinsip yang ingin saya berikan di akhir alasan ini :
“Di mana ada kemauan maka harus ada jalan”
Menurut Valintino Dinsi, pegawai itu bisa menjadi kaya, kemungkinan ada lima hal :
1. Mendapat warisan
2. Menikah dengan orang kaya
3. Menang undian
4. Punya bisnis sampingan
5. Korupsi
Namun bagi saya ada lagi yag ke-6, yaitu "Ngepet"..........
Namun bagi saya ada lagi yag ke-6, yaitu "Ngepet"..........
Lalu bagaiman dengan anda, masikah kita mau jadi pegawai…………..???
itu semua pada dasarnya adalah persoalan pilihan, namun saya sarankan untuk memilih yang terbaik. Berikut saya tuliskan beberapa inspirasi untuk anda, semoga saya dan anda semua bisa menuai kebahagiaan dari kesuksesan kita masing-masing….
itu semua pada dasarnya adalah persoalan pilihan, namun saya sarankan untuk memilih yang terbaik. Berikut saya tuliskan beberapa inspirasi untuk anda, semoga saya dan anda semua bisa menuai kebahagiaan dari kesuksesan kita masing-masing….
SUKSES ADALAH HAK SAYA DAN HAK KITA SEMUA
-Abdul Rahman Al-Makassary
Untuk menjadi pribadi yang sukses maka harus berani mengambil resiko dan keputusan yang tepat
-Sahmullah Rivqi
Aku tahu nilai sebuah kesuksesan ; dediksi, kerja keras, serta pengabdian pada hal-hal yang ingi kau capai
-Frank Lioyd Wright
Masa depan merupakan milik mereka yang percaya pada keindahan mimpi-mimpi mereka
-Eleanor Roosevelt
Jenius adalah 1% inspirasi dan 99% keringat. Tidak ada yang dapat menggantikan kerja keras Keberuntungan adalah sesuatu yang terjadi ketika kesempatan bertemu dengan kesiapan
-Thomas A. Edison
Jika kau ingin berhasil dalam hidup, jadikanlah keteguhan hatisebagai sahabatmu, pengalaman sebagai penasehatmu yang bijaksana, kewaspadaan sebgai saudara tuamu, dan harapan sebagai pelindungmu
-Joseph Addison
Seberapa besar rezeki yang kita inginkan, sama dengan seberapa besar pula kita berani mengambil resiko
- Valentino Dinsi
THANKS………………..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar